Rabu, 28 Januari 2009

sendiri


kuketuk pintu malam....mengurai sunyi bintang-bintang ...aku tak seperti purnama yg sempurna......tanpa mu mengisi rapuh nya relung-relung jiwa....

Senin, 14 Juli 2008

belum ada judul


embun pagi menyapa daun..
mentari pun berikan senyum termanis nya membuka pintu hati yang diketuk rindu.. disudut jendela aku hanya termenung...
menunggu hari dan terus menanti kehadiran mu..
setiap saat....
setiap waktu....
setiap detak jantungku....
mengaharap memiliki mu penuh damba....

saat malam merindu........


di bawah temaram nya cahaya rembulan...
.ku tambat kan hati diujung malam....
seandainya kau tahu sepinya hati ini tanpa senyum manis mu.....
terlalu lama jiwa ku tersiksa rindu memburu akan manja mu....
setiap debaran jantung ku terukir nama mu.....
kemana langkah kaki ku berpijak bayang-bayang dirimu ada dibenak ku....
andai kau tahu betapa ku sangat menyayangi mu........
sampai suatu hari nanti goresan takdir menutup nafas ku yang terakhir

Sabtu, 12 April 2008

aku disini


aku masih tetap sendiri dan menunggu ,apa yg sebenar nya kualami ini hanya lah ilusi dan bayangan

Selasa, 01 April 2008

love story




aku membisu dalam gusarku dan tiba-tiba ada perasaan takut akan kenyataan yang pernah aku alami dimasa yg lalu.lalu kucoba menekan perasaan itu,ternyata rasa itu belum berubah bentuk dan masih menunggu. pikiran ku penuh dengan bayangan semu dan satu persatu menggerogoti akal sehatku,kini aku tersiksa sendiri oleh perasaan ku atau mungkin aku terlalu mendramatisir keadaan itu ,sebelum aku dapatkan jawaban itu aku telah puas dalam bimbang ku. seandainya kau ijinkan aku kembali kemasa yg lalu aku berjanji akan mengakui tentang semua ini ,tentang cintaku,tentang mimpi-mimpi indahku,tentang kemunafikan ku dan ,tentang semua keegoan ku. memang dulu aku yg mebuatnya seperti itu yang mengubur kerikil tajam dijalanku dan sekarang memaksa ku kembali ke masa lalu ku coba menepis rasa yang semakin lama mengganggu dengan menata kembali satu persatu lembaran baru,dan aku cukup bahagia dengan ikatan baru itu. bahagia?...benarkah aku bahagia? atau mungkin itu hanya sekedar kata pengganti yang sangat tepat untuk menyembunyikan perasaan ku dan mengapa semua itu menjadi beban dipikiranku padahal sebelumnya aku tak pernah memusingkan halseperti itu. mungkin aku harus akui bahwa perasaanku lebih besar daripada keinginanku untuk melupakan semua itu,tapi bagaimana mungkin aku katakan semua itu dalam ikatan baru yang telah berlaku. ketika kusibuk dengan perasaan ku hatiku pun berbisik bahwa aku tak ingin kehilangan ikatan baru itusampai pada kesimpulan itu rasa nyeri didada semakin mengganggudan jantung ku terus berpacu dengan semua yg menjadi keinginanku . "tidak dapatkah kehidupan ini berjalan normal saja dan tidak ada penyimpangan seperti yg aku rasa kan saat ini"